Tampilkan postingan dengan label Air ruqyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Air ruqyah. Tampilkan semua postingan

TIPS "SEDERHANA" MENGATASI PERSELISIHAN ENGAN PASANGAN, DAN ANAK SUSAH DIATUR






Ruqyah syar'iyyah bandung.

_Nasihat dari Syaikh Muhammad hin Mukhtar Asy Syinqithi_


Dikutib oleh M. Nadhif Khalyani


Ayah dan bunda yang dirahmati Alloh... 


Banyak yang tidak menyadari bahwa sholat itu solusi dalam konflik dan mendidik, sehingga cenderung mengabaikan dan menganggapnya ringan. 


Padahal orang-orang  sholeh terdahulu sangat memperhatikan hal ini. 


Perlahan namun pasti, satu per satu problem muncul seiring ibadah yang diabaikan. 


Kemudian kita menyangka hal itu karena salah komunikasi, sifat yang buruk dan lainnya. 


Coba kita simak nasihat Syaikh Syinqithi berikut ini :


Oleh karena itu, bersemangatlah melaksanakan shalat-shalat sunnah di rumah. Itulah diantara tujuan sunnah Nabi.

Rumah yang banyak dilakukan shalat di dalamnya, maka Allah akan menjadikan didalamnya kebaikan yang banyak. 


Hal ini banyak diperbincangakan para ulama dan orang-orang shalih.


*Ada seseorang mengeluhkan di rumahnya selalu ada masalah.*


Dia bercerita, “Kemudian aku mendatangi salah seorang ulama dan beliau bertanya kepadaku tentang shalat malam dan shalat rowatib.”


Ulama bertanya, _“Apakah engkau termasuk orang yang menyia-nyiakan shalat sunnah rowatib?_


Jawab orang tadi, _“Ya benar.”_


Rowatib maksudnya shalat sunnah yang dikerjakan sesudah atau sebelum shalat fardhu.


Ulama tersebut bertanya lagi, _“Apakah engkau juga tidak shalat witir?”_


Jawabnya, _“Benar aku juga tidak shalat witir.”_


Ulama tersebut berkata, _“Kalau begitu rutinkan shalat sunnah rowatib dan tunaikan seperti Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menunaikan shalat tersebut di rumahmu. Begitupula rutinkan shalat witir jangan pernah engkau tinggalkan.”_


الْوِتْرُ حَقٌّ، فَمَنْ لَمْ يُوتِرْ فَلَيْسَ مِنَّا


“Al-Witir itu adalah kebenaran. Barangsiapa yang tidak shalat witir maka bukan golongan kami.” (HR. Ahmad dan Abu Daawud. Dinilai shahih oleh Al-Hakim)


يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ أَوْتِرُوْا فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَ جَلَّ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ


“Wahai Ahlul Qur’an, shalat witirlah kalian karena sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla itu witir (Maha Esa) dan mencintai orang-orang yang melakukan shalat Witir.”


لَقَد أَمَدَّكُم اللَّه بِصَلاَة هِي خَيْر لَكُم مِن حُمْر النَّعَم” قُلْنَا : وَمَا هِي يَا رَسُول اللَّه ؟ قَالَ : الْوِتْر، فِيمَا بَيْن صَلاَة الْعِشَاء إِلَى طُلُوع الْفَجْر.


“Sungguh Allah telah melengkapi kalian dengan suatu shalat yang lebih baik dari unta merah.”

Para sahabat bertanya, “Shalat apakah itu wahai Rasulullah?”


Beliau shallallahu’alaihi wasallam menjawab, “Shalat Witir yang dikerjakan antara waktu ‘Isya dan terbit fajar.


Kemudian subhanallah _*dalam waktu satu minggu, tiba-tiba di rumahnya keadaan berubah sempurna; akhlak istri berubah, anak-anak mudah diarahkan. Semua perkara telah berubah.*_


Karena apa?


فإن الله جاعل له في بيته من صلاته خيراً


“Maka Allah jadikan baginya di rumahnya banyak kebaikan dari shalat yang dia lakukan.” (HR. Muslim no.778)


Khairan dalam hadis ini bentuknya nakiroh (umum) mencakup semua kebaikan.


*Jika Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengatakan bahwa didalamnya ada kebaikan pasti ada kebaikan.*


Sungguh apa yang beliau sabdakan adalah kebenaran. Dan tidaklah beliu berucap mengikuti hawa nafsu, sesungguhnya itu adalah wahyu yang diturunkan.


_(Sumber: Channel Duror Asy Syaikh Muhammad hin Mukhtar Asy Syinqithi.  Penerjemah:Tim Wanitasalihah.com)_


Sangat "Sederhana" bukan? 


Kita mungkin terlalu logis, hingga melupakan hal seperti ini. Kita mungkin lupa, bahwa Alloh-lah pemilik ketenangan, yang menguasai hati, yang menggenggam setiap urusan.


Coba _*sejenak berhenti berpikir terlalu rumit untuk mengatasi masalah di rumah kita.*_ 


Hidupkan ibadah di rumah, semoga Alloh turunkan kebaikan-kebaikan setelahnya. 


Baarakalllohu fiikum


--------


Silahkan share link grup Sahabat Langit QERM, semoga Alloh mudahkan kita saling support untuk meraih kebaikan dan menjadi lebih baik.


Aamiin


Info ruqyah : WA 081320121351

www.pusatruqyah.id

CARA BIKIN AIR RUQYAH

Ruqyah syar'i di bandung. CONTOH MEMBUAT AIR RUQYAH Dengan al fatihah 

 Tahap Pertama; Teraphy Al Fatihah.

 1. Sebaiknya dilakukan setelah shalat fardhu, atau selesai shalat sunnah 2 rakaat dengan niat memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah. Atau minimal dalam kondisi badan bersih dan memiliki wudhu, wudhu ini adalah pengkondisian agar hati rileks dan pasrah kepada Allah.   

 2. Ambil segelas air putih, duduk menghadap kiblat dan tundukan wajah. Pegang gelas itu dengan tangan kanan, dan mulai bacakan Al Fatihah (dengan tajwidz dan tahsin yang benar, upayakan kita memahai terjemahan ayat-Ayat Al Fatihah per-ayat-nya).  

 3. Setelah selesai tiupkan dan do'akan dengan yakin. Bacakan selama 7 kali, dan masing-masing tiupkan ke air lalu do'akan. Do'akan dengan niat do'a yang berbeda di 7 kali tiupan tersebut, bacakan dekat pasien atau upayakan dia mendengar. Hitungan 7 ini bisa dikurangi menjadi 3 atau ditambah dengan 11, tidak ada ketentuan do'a yang harus diucapkan alias bebas saja, tapi gunakan artikulasi yang dahsyat dan khusyuk. Misalnya;

 Tiupan Al Fatihah ke 1 

 Ya Allah ya Rahman ya Rahiim... Ya Hakim, ya Aliim, ya Aliiy, ya Adzim, ya Malik, ya Khaliq ya Jabbar ya Mutakdir.. Wahai Engkau yang mengatur setiap pergerakan benda-benda disemesta raya ini, jadikanlah setiap partikel terkecil dalam air ini balatentara yang akan menyerang dan menghancurkan program sihir dan buhul-buhul dan setiap musuh-musuhMu yang tengah mendzalimi tubuhku ini ya Rabb.  

 Tiupan Al Fatihah ke 2 

 Ya Allah.. Jadikanlah sebagian dari partikel terkecil air ini, duri-duri besi tajam yang akan melukai dan melemahkan atau bahkan membunuh mahluk-mahluk ingkar yang ada dalam tubuhku ini ya Rabb. 

 Tiupan Al Fatihah ke 3 

 Ya Allah... Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, timah panas mendidih yang akan membakar dan meluluhlantakan setiap rumah dan persembunyian jin-jin didalam tubuhku ini ya Rabb.

 Tiupan Al Fatihah ke 4

 Ya Allah... Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sengatan api listrik yang merambat dari lambung hingga ke ujung jari tangan dan jari-jari kakiku. Sengatan listrik yang merambat dari pusat jantung hingga ke otak dan semua sel yang menjadi persembunyian musuh-musuhMu di ubun-ubun atau ditempat yang tidak aku ketahui, rambatkanlah ia hingga ke pori-pori disetiap rambut-rambut yang tumbuh diseluruh tubuhku ini ya Rabb.

 Tiupan Al Fatihah ke 5 

 Ya Allah... Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sebagai penyembuh yang akan mengembalikan setiap sel-sel yang telah dirusak oleh balatentara Iblis dalam tubuhku ini ya Rabbiii.

  Tiupan Al Fatihah ke 6

 Ya Allah ya Mukmin Ya Muhaimiin.. Wahal engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, jadikanlah setiap partikel air ini pelindung yang membentengi hati dan seluruh permukaan kulit ditubuhku ini dari gangguan jin-jin dengan cara yang Engkau kehendaki ya Rabbi.

 Tiupan Al Fatihah ke 7 

 Wahai Air yang mendengar.. Wahai setiap sel tubuh yang bersuara dan mendengar.. Wahai setiap syaraf-syaraf, pembuluh-pembuluh darah, urat-urat nadi, arteri, tulang-tulang, cairan tubuh, hormon-hormon dan semua yang tidak kuketahui yang mendengarkan lantunan Al Fatihah tadi. Dengarkanlah, takutlah kalian kepada Allah..

  وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ  "...Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya". (Al Imran 19) Takutlah kalian kepada Allah saja dan jangan ikuti perintah sihir dari jin-jin itu, takutlah kepada Allah dan perbaiki setiap kerusakan itu hingga sembuh seperti sedia kala.

 Takutlah kepada Allah dan himpitlah seluruh jin dzalim seandainya mereka ada dalam tubuh ini dan tidak mau keluar setelah mendengar semua peringatan ini. 

Yaa Rabbi, kabulkanlah... "Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nasiir, Hasbiyallah! Hasbiyallahu laa ilaha illahua alaiyhi rabbul arsyil adziim. La Haula wa laa quwwata illa bilahil aliyhil Adziim". Fiufh (tiupkan dengan sedikit ludah)...... Aamiin..  

 4. Baca basmalah lalu minumkan. Lihat rekasinya seperti apa, Boleh di tambah dengan surat al iklas al falaq annas, 

Di atas Itu hanya contoh doa, boleh di rubah sesuai harapan dan kebutuhan masing2 


 1. Rasulullah Mengusap dengan Air Garam Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau disengat Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang disengat Kalajengking, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan anNas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/111). 

 2. Rasulullah Mengguyur dengan Air Garam Ali bin Abi Thalib berkata, “Pada suatu malam, ketika Rasulullah sedang shalat, saat beliau meletakkan tangannya di atas tanah (sedang sujud), ada Kalajengking yang menyengatnya. Kemudian beliau mengambil sandal (terompahnya), lalu membunuhnya. Setelah selesai, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya, juga tidak pandang nabi atau lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam, dan mencampurkannya di wadah (baskom). Kemudian beliau mengguyurkannya ke tangan yang disengat Kalajengking, dan mengusapnya seraya membaca surat al-Falaq dan an-Nas.” (HR. al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah). 

 3. Rasulullah Merendam dengan Air Garam Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika Rasulullah sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda,’Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, sampai beliau merasa tenang (rilek).” (HR. al-Baihaqi dan Imam al-Haitsami menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)

 Tlp WA 081320121351 

BbM D57D5D7F