Tampilkan postingan dengan label ruqyah sumedang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ruqyah sumedang. Tampilkan semua postingan

MERUQYAH PASIEN STROKE

Ruqyah syar'i di bandung. RUQYAH STROKE Pengalaman ruqyah beberapa saat yang lalu ketika di panggil menterapi seseorang yang strok, Persiapan di lakuakan dari rumah mulai dari peralatan BEKAM, FASHDU, sesampainya di tempat pasien saya sedikit kaget.

 Ternyata yang di terapi perempuan, karna saya laki2 akirnya peralatan BEKAM tidak terpikir di gunakan, bukan cuma itu ternyata perempuan ini fisiknya maaf pendek kurang lebih seperti ucok baba, dan aga gemuk jadi sekali lagi fashdu tidak memungkinkan karna kondisi fisiknya begitu kawatir sudah di lakukan fashdu ga pas titikny karna anatomi fisiknya ga sesuai. 

 Akirnya saya sampaikan ke pihak keluarganya " bu kali ini kita maksimalkan dengan terapi ruqyah saja, insyllaAllah yakin saja" 

 Kemudian sesi tausiah di nasehati intinya harus iklas, rido dengan apa yang di alami, sabar, tawakal penuh serta perbaiki diri, dari sholatnya, dari aqidahnya, dll Lalu lanjut sesi ruqyah di bacakan ayat2 alquran standar yang biasa di gunakan meruqyah, Reaksi muntah muntah ( ini bagian dari detoxifikasi alami)sampai beberapa saat setelah di rasaa cukup kita sudahi terapinya, selesai sesi ruqyah di kasih minum bidara. 

 Untuk terapi di rumah keluarga di anjurkan membacakan ayat2 al quran yang bisa di hafal/ baca mushaf, tidak lupa di anjurkan merendam kaki 15 menit di air hangat campur garam kasar dan daun bidara, mandi juga pake bidara, minum madu.

 Alhmdllh di ruqyah yang ke 3x sudah mulai bisa jalan, satu waktu drop lagi karna kemungkinan lalai, lalu di ruqyah lagi, alhamdulillah 5 x terapi ruqyah Allah ijinkan jalan normal lagi, dokternya yang memeriksa aga keheranan kok bisa secepat itu karna pemulihan saraf2 orang yang norma butuh waktu lama, waktu itu 5 x terapi kurang lebih 1,5bulan, seminggu sekali di terapi. 

 Pelajaran, di sini bahwasanya terapi alquran/ ruqyah itu bukan semata2 untuk gangguan jin saja. Pernnah satu waktu meruqyah nenek2 90 th udah ga bisa jalan, dan kita ga terlalu berharap jalan lagi, ternyata Allah ijinkan jalan, di ruqyah malamnya pagi2 subuh ngebangunin anak cucunya sholat subuh...... 

 Catatan: jiwa yang bersangkutan telah terkondisikan, rido dengan apa yang di alami, sabar dll / ter tazkiyyah. Karna belum tentu smua orang yang strok bisa sembuh dengan ruqyah jika jiwanya belum tertazkiyyah.

Wallahu'alam. 

 Info ruqyah 

 Tlp/ WA 081320121351

BENTENG SETAN YANG JARANG DI SADARAI

Ruqyah syar'i di bandung.

PENTINGNYA ADAB  berikut ada beberapa
percakapan pada saat sesi Ruqyah Syar'i pada beberapa pasien yang bisa di ambil pelajaranya, meskipun dasar yang kita gunakan tetep perkataan Nabi SAW,

J : " saya masuk ke tubuh ini pada saat orang ini makan di ondangan sambil berdiri ga baca basmallah"

R: "kenapa kamu masuk"?

J: " ada celah masuk ya aku masuk timbang di gedung ga enak"😃
…......................................................................

J : " kebiasaan saya suka noong ( ngintip) di atas kamar mandi hahahaha"

R: " klo orang ini baca doa kamu ga bisa lihat kan??"

J: " iya saya ga bisa lihat, tapi kalo orang ini keluar kamar mandi saya bisa lihat lagi"

.........................................................................

R : " kenapa kamu masuk ke tubuh ini?"

J : " Saya masuk ke tubuh ini pada saat dia marah, kesel ke suaminya"

Kita jangan begitu saja percaya ucapan mereka.....

Tetapi bisa kita ambil pelajaran semata

Sebagai mana beberapa riwayat:

"Sesungguhnya setan akan ikut menyantap makanan yang tidak diawali dengan membaca bismillah sebelum makan. "(HR. Muslim dan Ahmad)

“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya, dan apabila ia minum, maka minumlah dengan tangan kanannya, karena syaithan makan dan minum dengan tangan kirinya” (H.R. Muslim)

"Rasulullah suatu hari melihat seorang laki-laki yang minum sambil berdiri. Lalu Rasulullah  Saw berkata kepadanya: "Duduklah!" Laki-laki itu menjawab: "Mengapa saya mesti  duduk?" Rasulullah  Saw menjawab: "Apakah kamu bahagia kalau minum bersama kucing?" Laki-laki itu menjawab: "Tidak". Rasulullah Saw bersbda kembali: "Sesungguhnya kamu tadi telah minum dengan sesuatu yang jauh lebih jahat dari pada  kucing, yaitu setan" (HR. Imam Ahmad, dan Bazzar).

“Jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak masuk ke kamar kecil, beliau mengucapkan, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari syaitan laki-laki dan syaitan perempuan”.[Shahiih al-Bukhari (Fat-hul Baari) (I/242 no. 142)], Shahiih Muslim (I/283 no. 375)

“Penghalang antara mata jin dengan aurat bani Adam, apabila kalian masuk kamar kecil, ucapkanlah bismillah.” (HR. Turmudzi 606 dan dishahihkan al-Albani).

“Sesungguhnya marah berasal itu dari syetan, dan syetan itu di ciptakan dari api, sedangkan api itu bisa dipadamkan dengan air. Oleh karena itu apabila seseorang dari kalian marah, maka hendaklah ia berwudhu.” [H.R. Abu Dawud dari Ummu Athiyah]

Nahh  lohhh kebiasaan kita yang manaa???

Info
Tlp/ WA 081320121351

Bbm DC00BADE

www.bandungruqyah.blogspot.com


HIJRAH DAN KESEMBUHAN

Ruqyah syar'i di bandung. Pernahkah anda merasa sudah putus asa dalam menjemput kesembuhan? Merasa sudah kesana kemari, terapi ini dan itu, bahkan ruqyah sudah ke berbagai tempat, dari yang terkenal sampai yang di kampung??

Padahal  setiap penyakit ada obatnya

Ibnu Qayyim al-Jauziyah ditanya, “Apa yang dikatakan oleh para tokoh ulama, para imam Islam radhi’allahu’anhum tentang seseorang yang ditimpa dengan sesuatu musibah yang diketahui bahwasanya kalau musibah itu terus menerus melanda, dengannya akan merusak dunianya dan akan merusak akhiratnya orang yang ditimpa musibah tersebut. Dan dia telah bersungguh-sungguh untuk menolak musibah tadi dari dirinya dengan segala macam jalan, namun tidak bertambah musibah itu kecuali nyalanya dan kedahsyatannya. Maka bagaimana cara menolak musibah itu dan apa jalan untuk menyingkapkannya?

Semoga Allah merahmati orang yang menolong seseorang yang ditimpa bencana tadi. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menaungi saudaranya. Berilah fatwa kepada kami niscaya kalian akan mendapatkan pahala dan semoga Allah merahmati kalian.
Maka Syaikhul Islam al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah menjawab:
Alhamdulillah, amma ba’du. Telah tsabit dalam kitab Shahih Bukhari dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dari nabi shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda,

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَل لَهُ شِفَاءً

“Tidaklah Allah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)
Jabir radhiallahu ‘anhu membawakan hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ، فَإِذَا أُصِيْبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah Azza wa Jalla.” (HR. Muslim no. 5705)
Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِنَّ اللهَ لَمْ يَنْزِلْ دَاءً إِلاَّ وَأَنْزَل لَهُ دَوَاءً، جَهِلَهُ مَنْ جَهِلَهُ وَعَلِمَهُ مَنْ عَلِمَهُ

“Sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)
Dari Usamah bin Syarik radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَجَاءَتِ اْلأَعْرَابُ، فَقَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، أَنَتَدَاوَى؟ فَقَالَ: نَعَمْ يَا عِبَادَ اللهِ، تَدَاوَوْا، فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَمْ يَضَعْ دَاءً إِلاَّ وَضَعَ لَهُ شِفَاءً غَيْرَ دَاءٍ وَاحِدٍ. قَالُوا: مَا هُوَ؟ قَالَ: الْهَرَمُ

Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?” Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit tua.” (HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)

Ini mencakup obat-obat qalbu, jiwa, dan fisik sekaligus jenis penawarnya. Dan nabi shallallau’alaihi wasallam menjadikan kebodohan sebagai penyakit dan menjadikan obatnya kebodohan adalah dengan bertanya kepada para ulama.
Dan telah datang riwayat di dalam hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiallahu’anhu, bahwa seorang laki-laki terluka ketika safar kemudian dia mimpi basah. Maka dikatakan kepadanya: “Kami tidak mendapati keringanan untukmu.” Kemudian dia mandi, lalu meninggal. Ketika dikabarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mengkabarkan dalam al-Quran bahwasanya al-Quran adalah juga sebagai penyembuh,
Allah Ta’ala berfirman,

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ

“Dan jika Kami jadikan Al Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang yang beriman.” (Fushshilat: 44)
Dan Allah Ta’ala berfirman,

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (al-Israa: 82)
Kalimat “Dan Kami turunkan dari Al Qur’an” dalam ayat di atas menjelaskan jenis, bukan untuk menjelaskan sebagian. Karena al-Quran seluruhnya adalah penyembuh sebagaimana Allah berfirman dalam ayat sebelumnya. Maka al-Quran adalah penyembuh bagi qalbu-qalbu dari penyakit kebodohan, kerancuan, dan kebingungan. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menurunkan dari langit penyembuh yang lebih umum, lebih bermanfaat, lebih besar, dan lebih mujarab untuk menghilang penyakit daripada al-Quran.

“Berobatlah, maka sesungguhnya Allah tidak meletakkan penyakit kecuali Allah menyediakan baginya obat, kecuali satu penyakit, yaitu tua.”  (H.R. Abu Daud)

 Sudah kemana2  Tetapi kenapa belum juga sembuh??

 Coba cek barangkali ada yang terlupakan atau di sepelekan berkenaan dengan HIJRAH. 

 Apa kaitanya dengan HIJRAH?? 
Ada apa dengan HIJRAH??

 “Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak” (QS:An-Nisaa:100)

 Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al-Baqarah: 218)

 Hijrah secara umum artinya meninggalkan segala macam bentuk kemaksiatan dan kemungkaran, baik dalam perasaan (hati), perkataan dan perbuatan. Namun secara khusus adalah pindahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya dalam rangka menyelamatkan iman dan Islam serta membangun peradaban baru di tempat baru. 

 Makna Hijrah akan selalu hidup dalam diri orang-orang yang beriman. Hidup karena mereka selalu menghayati nilai-nilainya dan mengamalkan pesan-pesan moralnya. Bagi mereka peristiwa yang pernah dilakukan Rasulullah Saw. itu bukanlah kejadian biasa, melainkan menjadi sebuah tuntunan, yang harus senantiasa direnungkan maknanya dan diamalkan ibrahnya.

 Sayyidina Umar bin Khattab Rodhiyallahu Anhu pernah menyatakan, 

“Alhijrotu farraqot baynal haqq wal bathil faarikhuuhaa” (Hijrah itu membedakan antara yang benar dengan yang salah, karena itu jadikanlah penanggalan kalian.. ) 

 Lalu pa kaitanya dengan kesembuhan?

 Pernahkah kita berpikir atau pernah mendengar berapapun biayanya siap bayar asalkan penyakitnya sembuh? Atau kemana aja berobat yang penting bisa sembuh?

 Sudahkah kita ber azam( tekad di barengi tindakan) siap berubah dengan sungguh- sungguh untuk menjemput pertolongan dan Ridho Allah? 

 Coba kita bermuhasabah sebentar, Terapi Ruqyah itu perkaranya Sunnah.

 sesuatu yang sunnah akan bernilai disisi Allah manakala yang wajib nya selesai kita kerjakan, dengan kata lain Ruqyah akan mendatangkan manfaat manakala yang wajib nya selesai kita kerjakan, (misal sholat 5 wktu, puasa ramadan,zakat, tutup aurat dll) Jangan sampai kita  sibuk melakukan terapi ruqyah bahkan sudah puluhan kali , tetapi sholat nya aja masih bolong bolong, aurat saja masih di umbar, zakat ga di tunaikan apalagi hartanya masih tercampur yang haram dll, Biasanya jika masih seperti ini kesembuhan itu masih perlu proses lebih.

 Karna HIJRAH/perubahan ini nanti yang menjadi awal dimana pertolongan Allah itu di turunkan, 

Misal: 
 dari syirik ke ahlu Tauhid, 
Dari tidak sholat jadi sholat,
 Dari harta haram jadi meninggalkan harta haram bahkan di bersihkan, 
Dari terbuka aurat jadi menutup aurat dll.

 Semoga diri kita senantiasa Allah mudahkan dalam berhijrah dan mampu istiqomah menjaganya Wallahu'alam

 Tlp/WA 081320121351
 BBM D57D5D7F 

CARA BIKIN AIR RUQYAH

Ruqyah syar'i di bandung. CONTOH MEMBUAT AIR RUQYAH Dengan al fatihah 

 Tahap Pertama; Teraphy Al Fatihah.

 1. Sebaiknya dilakukan setelah shalat fardhu, atau selesai shalat sunnah 2 rakaat dengan niat memohon perlindungan dan kesembuhan kepada Allah. Atau minimal dalam kondisi badan bersih dan memiliki wudhu, wudhu ini adalah pengkondisian agar hati rileks dan pasrah kepada Allah.   

 2. Ambil segelas air putih, duduk menghadap kiblat dan tundukan wajah. Pegang gelas itu dengan tangan kanan, dan mulai bacakan Al Fatihah (dengan tajwidz dan tahsin yang benar, upayakan kita memahai terjemahan ayat-Ayat Al Fatihah per-ayat-nya).  

 3. Setelah selesai tiupkan dan do'akan dengan yakin. Bacakan selama 7 kali, dan masing-masing tiupkan ke air lalu do'akan. Do'akan dengan niat do'a yang berbeda di 7 kali tiupan tersebut, bacakan dekat pasien atau upayakan dia mendengar. Hitungan 7 ini bisa dikurangi menjadi 3 atau ditambah dengan 11, tidak ada ketentuan do'a yang harus diucapkan alias bebas saja, tapi gunakan artikulasi yang dahsyat dan khusyuk. Misalnya;

 Tiupan Al Fatihah ke 1 

 Ya Allah ya Rahman ya Rahiim... Ya Hakim, ya Aliim, ya Aliiy, ya Adzim, ya Malik, ya Khaliq ya Jabbar ya Mutakdir.. Wahai Engkau yang mengatur setiap pergerakan benda-benda disemesta raya ini, jadikanlah setiap partikel terkecil dalam air ini balatentara yang akan menyerang dan menghancurkan program sihir dan buhul-buhul dan setiap musuh-musuhMu yang tengah mendzalimi tubuhku ini ya Rabb.  

 Tiupan Al Fatihah ke 2 

 Ya Allah.. Jadikanlah sebagian dari partikel terkecil air ini, duri-duri besi tajam yang akan melukai dan melemahkan atau bahkan membunuh mahluk-mahluk ingkar yang ada dalam tubuhku ini ya Rabb. 

 Tiupan Al Fatihah ke 3 

 Ya Allah... Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, timah panas mendidih yang akan membakar dan meluluhlantakan setiap rumah dan persembunyian jin-jin didalam tubuhku ini ya Rabb.

 Tiupan Al Fatihah ke 4

 Ya Allah... Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sengatan api listrik yang merambat dari lambung hingga ke ujung jari tangan dan jari-jari kakiku. Sengatan listrik yang merambat dari pusat jantung hingga ke otak dan semua sel yang menjadi persembunyian musuh-musuhMu di ubun-ubun atau ditempat yang tidak aku ketahui, rambatkanlah ia hingga ke pori-pori disetiap rambut-rambut yang tumbuh diseluruh tubuhku ini ya Rabb.

 Tiupan Al Fatihah ke 5 

 Ya Allah... Jadikanlah sebagian partikel terkecil dari air ini, sebagai penyembuh yang akan mengembalikan setiap sel-sel yang telah dirusak oleh balatentara Iblis dalam tubuhku ini ya Rabbiii.

  Tiupan Al Fatihah ke 6

 Ya Allah ya Mukmin Ya Muhaimiin.. Wahal engkau yang maha menjaga dan mengamankan hamba-Nya, jadikanlah setiap partikel air ini pelindung yang membentengi hati dan seluruh permukaan kulit ditubuhku ini dari gangguan jin-jin dengan cara yang Engkau kehendaki ya Rabbi.

 Tiupan Al Fatihah ke 7 

 Wahai Air yang mendengar.. Wahai setiap sel tubuh yang bersuara dan mendengar.. Wahai setiap syaraf-syaraf, pembuluh-pembuluh darah, urat-urat nadi, arteri, tulang-tulang, cairan tubuh, hormon-hormon dan semua yang tidak kuketahui yang mendengarkan lantunan Al Fatihah tadi. Dengarkanlah, takutlah kalian kepada Allah..

  وَمَنْ يَكْفُرْ بِآيَاتِ اللَّهِ فَإِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ  "...Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya". (Al Imran 19) Takutlah kalian kepada Allah saja dan jangan ikuti perintah sihir dari jin-jin itu, takutlah kepada Allah dan perbaiki setiap kerusakan itu hingga sembuh seperti sedia kala.

 Takutlah kepada Allah dan himpitlah seluruh jin dzalim seandainya mereka ada dalam tubuh ini dan tidak mau keluar setelah mendengar semua peringatan ini. 

Yaa Rabbi, kabulkanlah... "Hasbunallah wani'mal wakiil ni'mal maula wa ni'man nasiir, Hasbiyallah! Hasbiyallahu laa ilaha illahua alaiyhi rabbul arsyil adziim. La Haula wa laa quwwata illa bilahil aliyhil Adziim". Fiufh (tiupkan dengan sedikit ludah)...... Aamiin..  

 4. Baca basmalah lalu minumkan. Lihat rekasinya seperti apa, Boleh di tambah dengan surat al iklas al falaq annas, 

Di atas Itu hanya contoh doa, boleh di rubah sesuai harapan dan kebutuhan masing2 


 1. Rasulullah Mengusap dengan Air Garam Ali bin Abi Thalib berkata, “Ketika Rasulullah sedang shalat, beliau disengat Kalajengking. Setelah beliau selesai shalat, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam. Kemudian beliau usap bagian anggota badan yang disengat Kalajengking, seraya membaca surat al-Kafirun, al-Falaq dan anNas.” (HR. Thabrani dan dishahihkan Syekh al-Albani dalam Kitab as-Silsilah, no. 548. Imam al-Haitsami mengatakan: ‘Sanad haditsnya hasan (baik)’. Lihat Kitab Majma’uz Zawaid: 5/111). 

 2. Rasulullah Mengguyur dengan Air Garam Ali bin Abi Thalib berkata, “Pada suatu malam, ketika Rasulullah sedang shalat, saat beliau meletakkan tangannya di atas tanah (sedang sujud), ada Kalajengking yang menyengatnya. Kemudian beliau mengambil sandal (terompahnya), lalu membunuhnya. Setelah selesai, beliau bersabda, ‘Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau yang lainnya, juga tidak pandang nabi atau lainnya.’ Lalu beliau mengambil sewadah air dan garam, dan mencampurkannya di wadah (baskom). Kemudian beliau mengguyurkannya ke tangan yang disengat Kalajengking, dan mengusapnya seraya membaca surat al-Falaq dan an-Nas.” (HR. al-Baihaqi dan Ibnu Abi Syaibah). 

 3. Rasulullah Merendam dengan Air Garam Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika Rasulullah sedang sujud dalam shalatnya, jari beliau disengat Kalajengking. Setelah selesai shalat, beliau bersabda,’Semoga Allah melaknat Kalajengking yang tidak memandang nabi atau selainnya.’ Lalu beliau mengambil wadah (ember) yang berisi air dan garam. Kemudian beliau meletakkan bagian tangan yang tersengat Kalajengking dalam larutan air dan garam (merendamnya), seraya membaca surat al-Ikhlash, al-Falaq dan an-Nas, sampai beliau merasa tenang (rilek).” (HR. al-Baihaqi dan Imam al-Haitsami menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan)

 Tlp WA 081320121351 

BbM D57D5D7F