BERSETUBUH DENGAN JIN

PENGALAMAN BERSETUBUH DG JIN ( di tulis oleh pasien) Ruqyah syar'i di bandung."Aku seorang pemuda berumur 29 tahun.Kisahku ini dimulai sejak aku berumur lima belas tahun,dimana aku merasakan sesuatu yang aneh yaitu melakukan hubungan suami istri walaupun aku sadari tidak ada seorangpun dalam kamarku kecuali aku sendiri.Sebagaimana kebanyakan remaja seusiaku kejadian itu begitu aku nikmati tampa aku memahaminya dengan baik.Kejadian tersebut terus bertambah seiring bertambahnya umurku dan kejadian-kejadian tersebut aku anggap mimpi basah saja.Setelah menceritakan kejadian tersebut kepada temanku dia heran kenapa hal itu terjadi sebelum tidur???Kemanapun aku pergi sesuatu itu selalu mengikuti aku dan aku mulai merasa semakin bingung.Waktu itu aku kurang tertarik untuk mencari informasi mengenai hal ini karena aku begitu menikmatinya.Harap maklum karena aku remaja yang sedang puber.Umurku semakin bertambah dan aku sudah pantas untuk menikah.Keluargaku sudah mengatur pernikahanku dengan gadis tetanggaku.Dari sinilah mulai nya masalah dalam kehidupanku.Dari pihak calon istriku mulai mengajukan syarat-syarat yang tidak aku mengerti yang kelihatannya tidak masuk akal.Kejadian ini membuat keluargaku marah yang akhirnya pernikahan ku dibatalkan.Akibat dari pembatalan ini hubungan keluargaku dengan keluarga calon istriku berantakan(ini salah satu ciri jin pecinta akan menghalangi terjadinya pernikahan.Dia mulai cemburu).Pada suatu hari di bulan ramadhan aku tertidur dan terbangun dengan suara telpon ku.Ketika aku akan bgun aku merasakan tubuhku begitu sakit dan aku tidak bisa bangun.Aku mulai merasakan sakit di kepala,punggung,perut,kedua mataku,dan kedua kakiku.Aku merasakan keanehan dengan sakitku ini.Ketika aku pergi ke dokter dan diperiksa memang ada penyakit tertentu,namun setelah dua hari semua itu hilang.Kejadian ini membuat dokter heran dan menyebutku orang yang aneh.Dan yang aneh juga adalah setiap kali aku pergi kepasar dan memandang perempuan mataku dan perutku tiba-tiba sakit dan kepalaku terasa pusing(ini juga ciri-ciri jin pecinta yg sedang cemburu).Kejadian-kejadian ini membuat aku lebih senang melamun dan menyendiri.Aku mulai memahami apa yang sedang menimpaku dari beberapa teman.Yaaaa...!!Aku sedang dicintai oleh jin.Aku disarankan untuk mendatangi peruqyah namun perasaan nikmat yang kurasakan menghalangiku untuk pergi keperuqyah.Jinnya mulai membisikkan sesuatu yg kusenangi.Akupun mengikuti kemauannya dengan memintanya datang dalam tidurku dengan bentuk perempuan yang aku inginkan.Dia datang dalam mimpiku dengan bentuk salah seorang artis yang sangat cantik dan terjadilah hubungan intim.Aku sangat menikmatinya.Setelah aku bangun kurasakan tubuhku begitu lemas.Dan suatu hari jin ini menawarkandia akan menampakkan dirinya sedangkan aku dalam keadaan terjaga.Dia akan berbentuk perempuan yang sangat cantik.Aku langsung menyetujuinya.Tapi dia mensyaratkan agar aku berhenti shalat berjamaah ke masjid.Aku tidak berpikir panjang,aku memenuhi syaratnya.Akhirnya dia datang dengan bentuk perempuan yang sangat cantik.Lelaki manapun yang melihatnya akan terbelalak matanya penuh nafsu untuk menikmatinya.Aku dan jin ini melakukan hubungan intim sebagaimana manusia biasa.Kenikmatan yang kurasakan membuat aku semakin kecanduan yang mengakibatkan aku tidak memikirkan untuk menikah.Kata"pernikahan"tidak ada lagi dalam benakku.Aku melupakannya.Karena hubungan ini tidak normal lama-lama aku merasakan hidupku hampa dan akibatnya semakin hari aku terpuruk.Shalat dan membaca Alquran menjadi masa laluku saja tidak pernah aku lakukan lagi.Aku tertekan dan tubuhku terasa lelah.Parahnya lagi jin ini hampir tiap hari meminta jatah.Aku mulai sadar dengan masalah ini dan aku menguatkan diriku untuk pergi ke peruqyah.Hari pertama ruqyahku tidak ada reaksi.Dan peruqyahnya menyuruhku kembali lagi dalam dua hari.Setelah ruqyah pertama mulailah jin ini menerorku dengan berbagai macam ancaman.Aku semakin merasa tertekan.Jinnya berusaha agar aku tidak melanjutkan ruqyah selanjutnya.Dihari kedua yg dijanjikan akupun pergi dan setelah aku menceritakan ciri-ciri yang ku alami peruqyah sudah bisa memutuskan apa yang sedang kualami.Ruqyahpun di mulai dan aku dibacakan surat yusuf.Aku bereaksi keras setiap kali sampai ayat yang menyebut Nabi Yusuf dan ayat-ayat yg menyebut kata-kata cinta(jin akan sangat tersiksa bila ayat yg dibacakan sesuai dengan sebab dia masuk ke tubuh manusia).Saya tidak akan memperpanjang cerita ini agar tidak membosankan.Alhamdulillahakhirnya aku sembuh setelah beberapa kali ruqyah.Dan aku sekarang ini sudah menjalani kehidupanku yang normal.Aku sudah menikah dan sudah dikarunia dua orang. anak.Saya harap kisahku ini bisa diambil mamfaatnya.Terima kasih sudah membaca. ( by; copas)

HUKUM RUQYAH SAAT PUASA

Hukum Ruqyah @ Ramadhan

Ruqyah syar'i dibandung.
Bismillah asholatu wassalamu ala Rosulillah wa’ala aliyhi wa shohbihi ajma’in..

Salahsatu keistimewaan bulan ramadhan adalah “bulan ijabah” atau waktu dimana do’a menjadi mustajab, terkhusus untuk mukmin yang sedang berpuasa. Selain daripada itu, di bulan ramadhan ini panglima-panglima syaitan diikat dan balatentaranya melemah, karena manusia berpuasa atau menahan diri dari berbagai hal. Oleh karenanya meruqyah, praktek ruqyah, ruqyah mandiri atau pelatihan ruqyah justru lebih baik lagi. Disisi lain jiwa peruqyah dan yang diruqyah sedang kuat karena dalam kondisi sedang mendekap kepada Allah dan menjalankan perintah-Nya.

Hamba Allah yang berpuasa dibulan Ramadhan dengan ikhlas adalah termasuk ciri hamba yang beriman yang akan disembuhkan Allah dengan Al Qur’an sebagaimana firman-Nya dalam surah Fushilat 44, Yunus 86-87 dan Al Isra 82. Yang menjadi kontroversi kemudian adalah tentang hukum muntah saat diruqyah?

Hadits tentang batalnya muntah ini diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنِ اسْتَقَاءَ وَهُوَ صَائِمٌ ، فَعَلَيْهِ الْقَضَاءُ ، وَمَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ فَلَيْسَ عَلَيْهِ الْقَضَاءُ
“Siapa yang menyengaja muntah sedang dia berpuasa maka wajib atasnya mengganti puasa, dan siapa yang terdorong muntah maka tidak wajib atasnya mengganti puasa.” (Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirimidzy)

Para muhadits bersepakat bahwa hadits ini lemah. Imam Ahmad melemahkan hadits ini, ada juga yang mengatakan berderajat mauquf sampai ibnu Ummar, yang lebih penting dari itu terdapat cacat pada perawinya dan hadits ini juga menyelisihi hadits lain. Yaitu riwayat dari Abu Hurairah juga. Al-Bukhary menyebutkan secara mu’allaq dan diriwayatkan tersambung oleh Ibnu Abi Syaibah dari Ibnu ‘Abbas: “Batalnya puasa itu dikarenakan sesuatu yang masuk bukan karena yang keluar”.

Maka seseorang batal puasanya jika makan dan minum bukan jika muntah. Pertanyaan lainnya yang muncul adalah, jika seandainya batalnya puasa itu karena sesuatu yang masuk buka karena yang keluar, lalu bagaimana dikatakan batal puasa dengan jima’ dan keluaranya mani? Jawabannya bahwa hal ini dikecualikan oleh dalil, ucapan para shahabat itu maknanya umum akan tetapi ada dalil tertentu yang mengecualikan dan mengkhsuskan suatu perkara, diantaranya jima’.

Jika ada yang berkata: Bagaimana dengan hadits bahwa nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam muntah maka beliau berbuka, diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas dan Tsauban? Jawabannya: Hadits yang disebutkan ini diperselisihkan. Sekelompok penghafal dan ahli hadits menghukumi hadits ini goncang, At-Tirmidzy mengisyaratkan demikian dalam Sunannya dan berkata: padanya ada perselisihan yang banyak.
Kalaupun hadits ini shahih maka dibawa kepada muntah yang disengaja. Ataupun bisa dikatakan bahwa beliau buka bukan karena muntah itu membatalkan puasa, akan tetapi beliau buka karena sakit dan kecapekan, karena hadits ini tidaklah jelas mengatakan bahwa muntah itu termasuk pembatal puasa.

Proses ruqyah bertujuan untuk mengeluarkan pengaruh sihir, jin atau ain dari jiwa dan jasad manusia dan tentu bukan bertujuan untuk muntah. Sebagaimana muntah diperjalanan, baik di kendaraan darat, laut atau pesawat tujuannya adalah sampai ditempat tujuan bukan mabuk dan kemudian muntah. Jadi kesimpulannya muntah dalam proses ruqyah syar’iyyah tidak membatalkan puasa.

Muntah dalam Ruqyah Syariyyah adalah proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh, sama hal nya dengan detoksifikasi dengan herbal atau yang dilakukan secara medis. Saat Al Qur’an dibacakan pada seseorang kena sihir atau ganguan jin maka ada beberapa reaksi yang menandai proses detoksifikasi; seperti keluarnya cairan dari kulit berupa keringat, keluarnya angin dari mulut atau sendawa, keluarnya angin dari dubur, gatal-gatal, keluarnya lendir, keluarnya muntahan baik berupa cairan, darah, ataupun makanan dari perut. Ini diperlukan tubuh untuk menyeimbangkan kembali atau membuang hal yang merugikan tubuh kita.

Dalam kondisi udzur atau sakit kita diperbolehkan berbuka. Apalagi dalam proses pengobatan atau meminum obat yang teramat penting untuk keberlangsungan hidup, apalagi sihir ini adalah bukan sesuatu yang sederhana. Saya rasa tidak ada yang mau muntah dengan sengaja, karena prilaku ini tidak nyaman samasekali 🙂 dalam artian para pasien yang muntah itu tidak menginginkannya atau muntah dalam ruqyah termasuk sesuatu yang tidak disengaja.

Solusinya bisa dilakukan dengan berbagai hal, semisal dengan melakukan pelatihan di siang hari dan melakukan ruqyah massal di malam hari selepas tarowih atau sebelum sahur. Ini lebih aman dan nyaman bagi yang bersungguh-sungguh.

Solusi lain adalah dengan menggunakan metode “Ruqyah Tanpa Kerasukan” atau menahan/menjaga kesadaran pasien. Caranya bagaimana?

1. Lakukan muqodimah ruqyah seperti biasa; semisal wudhu, shalat 2 rakaat memohon perlindungan kepada Allah, baca taawudz, al falaq dan an nass.
2. Ajak jiwa pasien untuk sadar atau menjaga kesadaran dikeseluruhan proses ruqyah, misalnya dengan memberitahukan kepada audience; “Ibu, kita saat ini akan melakukan ruqyah syariyyah untuk mengusir musuh-musuh Allah dalam diri ibu atau mengeluarkan penyakit dari tubuh dengan terapi Al Qur’an. Namun ingat, jangan biarkan syaitan menguasai jiwa kita. Jangan menyerahkan raga ibu untuk dikuasai si laknatullah itu. Tetap sadar dan dengarkan lantunan al Qur’an ini dan biarkan syaitannya menderita didalam. Hadirkan ruh, nafs dan raga ibu dalam satu kesatuan utuh. Insya Allah, ibu pasti bisa”
3. Ajak pasien untuk membaca do’a Rasul [untuk menjaga dari kesurupan dalam shalat] berikut; “A’uudzu billahis sami’il aliim minasy syaithanir rajiim min hamzihi wa nafkhihi wa nafsihi (aku berlidung kepada allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari godaan syaitan yang terkutuk dari godaan, tiupan dan bisikan”.
4. Ajak pasien untuk bekerjasama menyerang jin yang ada dalam tubuhnya, dengan mengajak pasien kita untuk melakukan serangan balik saat ada sesuatu yang mengganggu fokusnya. Semisal ketika ada sakit di pundak, suruh pasien untuk menepuknya sendiri. Sakit di area mata, wajah dan kepala, ajak pasien untuk mengusapnya. Dan lain-lain
5. Terakhir, ajak pasien berdo’a lagi agar ia semakin yakin kepada Allah semisal dengan ucapan: “Ya Allah, ya mukmin ya Muhaimmin. Wahai engkau yang menjaga dan mengamankan hamba-Nya, lindungi aku dari kemasukan jin. Kuatkan jiwaku untuk menguasai tubuh titipan dari-Mu ini ya Rabb… Aamiin”
Semoga bermanfaat dan menjadi referensi, Alhamdulillah, sejauh pengalaman saya ruqyah di bulan Ramadhan justru lebih “cool” karena ini waktu yang diberkahi, sangat istimewa untuk berjihad dan berdakwah kepada mereka yang menderita karena gangguan jin-jin nakal. Alhamdulillah, dibulan ramadhan ini kekuatan iblis melemah dan balatentaranya melemah.

Nuruddin Al Indunissy

Tlp/WA
081320121351/
081223886192

Pin Bbm
5B34E523

JANTUNG BOCOR

Ruqyah syar'i di bandung.
Beberapa waktu lalu ada yang datang sekeluarga ayah ibu kakek nenek,

membawa anak perempuan usia 15 th kelas  1smu untuk di terapi ruqyah
dg keluhan jantung bocor 3th lalu udah pernah di oprasi, tapi akir2 ini sering pingsan
Sering kerasa sakit dadanya, sering sesak, sering histeris.

Diagnosa awal:

Apa yang di rasa?
Ibadahnya gmn?
pernah di obati kemana saja selain di oprasi?
Trus di terapi dengan cara apa??
Udah berapa sering??
Terakir kapan?
Ada jimat??
Tumbal??

Jawabanya:
Ibadah masih bolong2,
Sering di obati ke org yg di anggap bisa dari dukun smpai uskun

Dari yang di mandian sampai  yg di minumin
Dari jimat isim smpai potong ayam di tanam di kuburan
Jimat2 banyak d kasih dari yang ngobatin.

ketika di tanya jimatnya di bawa apa tidak??
Di keluarkanlah beberapa jimat.

Kemudian di lanjut sesi tausiah,  di bahas bab Tauhid, bab ibadah dll

Lalu lanjut terapi,

Pas sesi terapi baru juga bca alfatihah ternyata anak ini pingsan,
Tapi ada yang ga biasa seprti pingsan pada umumnya.

ciri di mana ini bukan pingsan, ada gerakan di mata seperti kedipan tetapi kecil mata masih tertutup atau biasa di sebut REM, ini bukan cirii pingsan biasa.

Lalu tetep di teruskan di bacakan ayat2 quran, ternyata beberapa saat kemudian dia ketawa cekikikan masih tertutup matanya, ketawanya persis yang di film2 horor susana xixixixixixix 😣 panjang.........

Kmudian keluar suara2 yg ngaku2 ini itu  Bergantian, teapi kita abaikan karna mereka pandai berdusta, hingga sang anak terbayang/tergambar beberapa benda aneh, diantarnya batu,kaen putih, kayu dll ternyata itu smua setelah d konfirmasi ke ortunya ialah benda2 yang pernah di pake ritual pengobatan anak ini, di antaranya kaen putih yg di lihat sang anak, kemudian neneknya mengakui bahwa kaen putihnya masih d bawa, 😀

kenapa ga di serahin tadi nek?? Jawabnya  "nyawa cucu saya ada di sini" kata nenekny.
Waduh gagal paham nih...

Ternyata setelah di minta kaen putih itu ada nama sang cucu, akirnya kita bakar tuh kaen.

Lajut di bacakan lagi ayat ayat ruqyah sang anak reaksi lagi, ternyata setelah di simpulkan anak ini terindikasi sihir tumbal / di wadalkan. yang membuat jantungnya bocor supaya meninggal, tetapi Allh berkehandak lain
Hingga d pertemukan dengan terapi ruqyah,

Pelajaran
sakit apapun boleh d lakukan terapi apapun selagi tidak menyelisihi aturan islam
Hindari pengobatan yang menggunakan media aneh2, syarat ga masuk akal, jimat, mahar kusus, dll meskipun nanti di panggilnya pak ustad atau pak kiyai, tetepi prakteknya begitu lebih baik tiggalkan karna dukun pun dia ga mau di panggil dukun biasanya maunya d panggil pak haji, pak ustad pak kiyai, bahkah penampilanya juga meyakinkan.

padahal ini hanya modus dukun menarik pasiennya.
Semoga kita senantiasa Allah jaga dari hal hal yang begitu,

wallahualm

Tlp/ WA 08320121351 /081223886192
Pin 5B34E523

CIRI JIN MENCINTAI MANUSIA

Tanda-Tanda di Cintai Jin.

1. Anda akan bersikap layaknya seorang wanita (jika lelaki dicintai oleh Jin wanita atau sebaliknya) seperti sangat emosional, pemarah, mudah merajuk, sangat pemalu, mudah panik atau gelisah, putus asa dan sebagainya.
2. Anda sangat suka menyendiri, tidak nyaman berada di tempat ramai, apalagi kalau menjadi pusat perhatian.
3. Anda suka melamun dan berkhayal membayangkan hal-hal romantis.
4. Anda suka bersendirian jalan malam.
5. Anda suka duduk melamun dibawah cahaya bulan purnama.
6. Anda sering merasa gembira, sedih, sayu, atau rindu, pada seseorang yang anda sendiri tak tahu pada siapa.
7. Anda mudah jatuh hati atau jatuh cinta.
8. Anda mungkin selalu didatangi perempuan/lelaki yang anda kenal atau tidak, perempuan/lelaki yang sama atau berganti-ganti pada saat mulai terlelap atau ditengah malam dalam keadaan antara tidur dan tidak.
9. Anda mungkin sering bermimpi didatangi dan berasmara dengan perempuan/lelaki. Dan kalau anda sampai melakukan hubungan sex dengannya maka ini sangat bahaya, karena mimpi pada anda, tapi alam nyata baginya, ia mungkin ketagihan atau menjadi sangat sayang, dan akan terus menjaga anda dengan ketat. Akan menjadi lebih berat, bila anda ada anak dengannya di alam jin itu, anda mungkin melihat anak itu dalam mimpi anda, Wallahua’lam (Resikonya kalau dipisahkan mungkin akan sakit, atau jadi gila, atau mungkin melakukan sesuatu yang di luar dugaan karena dirasuk oleh perasaan jin itu sendiri.). Pada gangguan yang lebih berat, jin itu menjelma di hadapan anda seperti manusia, maka anda merasakan berhubungan dengannya itu adalah di alam nyata.
10. Biasanya pada tahap gangguan kuat peringkat ini, sesorang itu senantiasa menyendiri atau mengasingkan diri agar dapat bersama dengan ‘kekasihnya’ itu dan selalu bercakap sendirian sedangkan pada pandangannya ada temannya.
11. Anda mungkin bangun pagi dan terasa seperti ada orang menemani anda tidur semalaman.
12. Anda mungkin bangun pagi dan merasa melakukan hubungan badan semalam, walaupun anda mungkin tidur seorang diri.
13. Pada wajah anda ada cahaya lembut, yaitu suatu aura dari makhluk halus itu dan mungkin menjadi pelembut hati orang yang memandang anda, seperti mereka itu sedang memandang seorang wanita cantik/pria tampan yang penuh kelembutan.
14. Anda mungkin selalu merasa seperti ada orang yang selalu mengikuti anda ke mana-mana.
15. Orang lain mungkin melihat bayangan hitam atau wanita yang selalu menemani anda.
16. Kalau anda dicintai jin yang pencemburu, maka ia akan menghalangi anda untuk menikah. Kalaupun menikah akan selalu cekcok.
17. Nafsu birahi anda memuncak tanpa sebab yang jelas.
Demikian sedikit pertanda Jika seorang Manusia dicintai oleh Jin
=========================

TENTANG RUQYAH SYAR'IYYAH



RUQYAH SYAR'I DI BANDUNG. RUQYAH SYAR’IYYAH, adalah upaya untuk terapi fisik atau psikis baik yang di sebabkan gangguan jin atau bukan, dengan membacakan ayat-ayat Al-Quran Al-Kariem dan doa doa sunnah, bacaan Al-Quran ?terutama pada ayat tertentu- yang dibaca dengan baik dan benar oleh orang yang shalih dan terjaga imannya.

Pengertian Ruqyah Ruqyah secara bahasa artinya jampi-jampi atau mantera. Ruqyah sacara syar’i adalah jampi-jampi atau matera yang dibacakan oleh seseorang untuk mengobati penyakit fisik/ psikis, atau yang terkena ganguan jin atau sihir atau untuk perlindungan dan lain sebagainya dengan hanya menggunakan ayat-ayat Al-quran dan atau doa-doa yang bersumber dari hadist-hadist dari Rarulullah shallallahu’alaihi wassalam dan atau doa-doa yang bisa dipahami maknanya selama tidak mengandung kesyirikan. Ruqyah merupakan salah satu metode pengobatan yang telah dikenal sejak lama, bahkan sebelum nabi Muhammad -shalallahu ‘alaihi wassallam- diutus.

Ruqyah secara umum terbagi menjadi 2 macam; Ruqyah Syar’iyyah yang diperbolehkan oleh syar’iah islam yaitu terapi ruqyah yang seperti diajarkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam.

Ruqyah Syirkiyyah yang tidak diperbolehkan oleh sya’iah islam. Yaitu ruqyah dengan menggunakan bahasa-bahasa yang tidak dipahami maknanya atau ruqyah yang mengandung unsur-unsur kesyirikan bahkan mencampur adukan dengan berbagai metode yang salah, seperti tenaga dalam, pernafasan, jimat2 rajah, di tranfer ke binatang dll

Dalil Ruqyah

“Dan kami turunkan dari Al Qur’an sesuatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”. (TQS. Al Isra (17): 82).

“Katakanlah: Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat bagi orang-orang beriman.” (QS Fushilat: 44).

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada…”(QS. Yunus : 57).

“Wahai Muhammad apakah engkau mengeluh rasa sakit?” Beliau menjawab, “Ya!” Kemudian Jibril (meruqyahnya), “Bismillahi arqika, min kulli syai’in yu’dzika, min syarri kulli nafsin au ‘aini hasidin, Allahu yasyfika, bismillahi arqika” (“Dengan nama Allah aku meruqyahmu, dari segala hal yang menyakitimu, dan dari kejahatan segala jiwa manusia atau mata pendengki, semoga Allah menyembuhkan kamu, dengan nama Allah saya meruqyahmu”). (HR. Muslim).

Shahabat yang mulia Abu Sa‘id Al-Khudri rahimahullahu berkata: “Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan) yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak. Tak lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Seandainya kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita).” Penduduk kampung itu pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata: “Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata: “Iya, demi Allah, aku bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.” Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca: “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakan-akan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur). Penduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata: “Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata: “Jangan kita lakukan hal itu, sampai kita menghadap Rasulullah SAW, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah SAW, lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah: “Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian.” Diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam kitab Shahih-nya no. 5749, kitab Ath-Thibb, bab An-Nafats fir Ruqyah. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim rahimahullahu dalam Shahih-nya no. 5697 kitab As-Salam, bab Jawazu Akhdzil Ujrah ‘alar Ruqyah.

Dari Auf bin Malik Al-Asyja’i, dia berkata : “Dahulu kami melakukan ruqyah di masa jahiliyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa dilakukan selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim No.2200, Abu Daud, Ibnu Hibban, Ath-Thabraniy, Al-Hakim dan Al-Baihaqi).

Dari Aisyah: Apabila Rasulullah SAW sakit, beliau tiupkan pada dirinya surat-surat mu’awwidzaat (Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas) dan beliau usapkan dengan tangannya. Maka tatkala beliau sakit yang menyebabkan beliau meninggal, kutiupkan pula kepadanya surat-surat Mu’awwidzat dan kusapukan tangannya ke tubuhnya. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Dalam Islam ditemukan beberapa dalil yang membolehkan penggunaan ruqyah sebagai pengobatan penyakit. Seluruh ulama sepakat bahwa jenis ruqyah yang disebutkan dalam hadits (terapi Ruqyah Syar’iyyah) maka mengamalkannya adalah sunnah. Sedangkan ruqyah yang berbau syirik (Ruqyah Syikiyyah), seperti dengan menyebut nama seorang wali untuk menyembuhkan gangguan jin, atau dengan menggunakan hal-hal yang tak ada tuntunannya dalam syariat adalah terlarang dan haram hukumnya.

Namun realita yang terjadi di dalam kehidupan ummat islam, di samping metode ruqyah yang diajarkan Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- dalam hadits-hadits beliau, ada juga metode ruqyah yang merupakan hasil kreasi sebagian orang yang dianggap ahli agama (kiai, atau ustadz). Inilah yang menjadi persoalan. Banyak ruqyah hasil kreasi itu terasa janggal, bahkan menyebutkan beberapa nama yang tak dimengerti. Satu contoh metode ruqyah yang dilakukan seorang kiyai yaitu dengan mengucapkan beberapa kalimat dengan hitungan tertentu dan disertai puasa tujuh hari, dan di malam harinya yang bersangkutan harus melaksanakan shalat hajat. Perbuatan semacam ini jelas tak ada petunjuknya di masa Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam-, sehingga dapat digolongkan ke dalam bid’ah (terapi ruqyah yang tidak Islami), ruqyah seperti ini termasuk yang dilarang dalam syari’at islam. Dari mana ia bisa menentukan bacaan tersebut, serta jumlah dan syarat puasanya. Bukankah puasa merupakan ibadah yang hanya boleh ditentukan oleh Allah dan Rasul-Nya?

Oleh karenanya, kaum muslimin yang menjaga tauhid jangan terpengaruh dengan cara-cara ruqyah bid’ah semacam ini, dan senantiasa mengamalkan apa yang diajarkan Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- saja. Lagi pula bisa jadi kalaupun ruqyah itu membuahkan hasil dengan hilangnya penyakit atau perginya jin dari tubuh orang yang kesurupan, maka itu hanyalah permainan jin semata, agar banyak orang yang terjebak ke dalam bid’ah semacam ini.

Pendapat Ulama tentang Ruqyah

Imam Nawawi berkata: “Ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur’an dan dengan do’a-do’a yang telah diajarkan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam- adalah sesuatu hal yang tidak terlarang. Bahkan itu adalah perbuatan yang disunnahkan. Telah dikabarkan para ulama bahwa mereka telah bersepakat (ijma’) bahwa ruqyah dibolehkan apabila bacaannya terdiri dari ayat-ayat Al-Qur’an atau do’a-do’a yang diajarkan oleh Rasulullah -shalallahu ‘alaihi wassallam-.” (Shahih Muslim bisyarhi An-Nawawi : 14/341)

Penyembuhan suatu Penyakit Dengan Pembacaan Ayat-ayat SUCI AL-QUR’AN DAN DOA DOA YANG SYAR’I (Syaikh Muhammad Al-tamimi)

RUQYAH SYAR’IYYAH Adalah Doa Perlindungan/Pencegahan Bagi Orang Sakit Dengan Membaca Ayat-ayat Al-qur’an Al-karim .Asama-asama Alloh Dan Sifat-sifatnya Serta Doa’doa Syari’ah Dengan Bahasa Arab Atau Doa’doa Yang Tak Berbahasa Arab Yang Difahami Maknanya Dengan Hembusan Nafas Untuk Menghilangkan Penderitaan Dan Penyakit ( Al-Jurany fi kitab Al-Ruqyah Syar’iyyah wa al Sunnah Nabawiyyah)

Syaikh Hafizh Bin Ahmad Hakami MENEGASKAN Ruqyah Yang Terlarang Adalah Ruqyah Yang Tidak Terdiri Dari Al-qur’an Dan As Sunnah Dan Tidak Berbahasa Arab.Ruqyah Seperti Itu Termasuk Bacaan Untuk Mendekatkan Diri Kepada Syetan.Sebagaimana Yang Dilakukan Oleh Para Dukun Dan Tukang Sihir.Bacaan Seperti Itu Juga Banyak Di Jumpai Dalm Kitab-kitab Mantra Dan Rajah .Seperti Yang Tidapat Dalam Kita Samsul Maa’rif Dan Syamsul Anwar. Hal Itu Merupakan Upaya Musuh Ilslam Untuk Merusak Umat Islam,padahal Sebenarnya Islam Bersih Dari Segala Macam Hal Sperti Itu.

TLP / WA

081320121351

08122886192

LAGI LAGI LGBT (Gay,homo)

Ruqyah syar'i di bandung. Lagi lagi LGBT (gay,lesbi,homo, sejenis) Kemaren ada yang datang seorang pemuda
Berpenampilan rapih, sopan.
Ketika di tanya kenapa mau d ruqyah?? Dia menjawab punya keluhan yang aga aneh,
Akir2 ini dia memiliki perasaan yg sangat kuat dan berbeda dari biasanya,

Usianya 22th dia mengatakan tiba2 ada dorongan kuat menyukai laki2,
Padahal sebelumnya dia ga pernah kepikiran malah dia suka sama wanita,
Belakangan ada bisikan ketika deket laki2 seolah2 "CIUM" "PELUK". dan perasaan itu begitu kuat.

Bahkan kata dia lihat boneka manekin aj seolah2 pengen dia siksa Secara  liar, nafsu sex yang sangat besar😀 karna dia bekerja di toko pakaian,
Saat  di tanya latar belakangnya ternyata dia pernah d sodomi ketika waktu kecil,
Di dalam  keluarga kakak2nya perempuan jadi secara psikologis banyak terpengaruh dengan hal itu.

Setelah sesi Tausiah di ingatkan bahwasanya semua yang sudah terjadi terima saja sebagai ujian, jangan ada rasa dendam,sakit hati, karna manakala ada hal ini setan akan memanfaatkan masalah sebagai alasan, untuk di dramatisir untuk di perbesar,bahkan di nasehati supaya melakukan hal yang sama.

Maka benarlah perkataan Nabi SAw
"Barangsiapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya” [HR Tirmidzi : 1456, Abu Dawud : 4462, Ibnu Majah : 2561 dan Ahmad : 2727]

Kalo kita amati hadist ini bahwasanya Korban pun bisa jadi pelaku, makanya kalo menemukan perbuatan sesama jenis di anjurkan di bunuh 22nya. Di balik itu ternyata bayak Yang mengalami hal ini tanpa di kehendaki bahkan jijik dengan dirinya tetapi dorongan yang besar dari dalam diri yang tidak di mengerti, kasus2 yang kita temukan juga akibat awalnya jadi korban.

Setelah sesi tausiah dan di iajak bertaubat sungguh-sungguh dan memberi pemahaman Tauhid meskipun sekilas,  bahwasanya

BISAKAH KAUM LGBT BERTAUBAT DAN MASUK SURGA?
Ibnul Al-Qayyim rahimahullah berkata : “Jika pelaku homoseks bertaubat dengan sebenar-benarnya (taubat nasuha) dan beramal shaleh kemudian mengganti kejelekan-kejelekannya dengan kebaikan, membersihkan berbagai dosanya dengan berbagai kataatan dan taqarrub kepada Allah, menjaga pandangan dan kemaluannya dari hal-hal yang haram, dan tulus dalam amal ibadahnya, maka dosanya diampuni dan termasuk ahli surga. Karena Allah mengampuni semua dosa. Apabila taubat saja bisa menghapus dosa syirik, kufur, membunuh para nabi, sihir, maka taubat pelaku homosek juga bisa menghapuskan dosa-dosa mereka.

Kamudian d lanjut sesi terapi, baru juga di awali dengan istighfar kepada Allh menyesali sesuatu yg dosa dan salah yang pernah d lakukan baik di sengaja atau tidak  ternyata dia sudah muntah2.
Di lanjut dengan membacakan ayat2 ruqyah muntahnya semakin hebat, dan di akiri dengan hamdallah, selesai

Pelajaran,  bahwasanya jika ada kasus yang seperti ini maka niatkan dengan sungguh2 bertaubat, memaafkan, dan memperbaiki Tauhidnya ibadahnya, kmudian di terapi dg al quran
Wallahu'alam

Tlp/WA 081320121351 / 081223886192
Pin bbm 5B34E523

TARIF TERAPI RUQYAH

TARIF TERAPI RUQYAH DI BANDUNG.Karna banyak yang tanya maharnya berapa?? Taripnya berapa?? Jadi sedikit kita bahas ya...

Alhamdllah di tempat kita ga pernah menentukan mahar, tarip, atau bayaran,

Meskipun banyak tempat/ klinik2 di luaran sana mematok tarip, bahkan dengan dalih mahar yang mencekik kantong, kalo ga ada mahar sekian nanti begini dan begitu😀 .

Tetapi memang tidak di larang mentarif atau minta bayaran

Berdasarkan hadist

dari Abu Sa’id Al Khudriy رضي الله عنه yang berkata:

أن ناساً من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم أتوا على حي من أحياء العرب فلم يقروهم فبينما هم كذلك إذ لدغ سيد أولئك. فقالوا: هل معكم من دواء أو راق؟ فقالوا: إنكم لم تقرونا ولا نفعل حتى تجعلوا لنا جعلا فجعلوا لهم قطيعا من الشاء. فجعل يقرأ بأم القرآن ويجمع بزاقه ويتفل فبرأ فأتوا بالشاء. فقالوا: لا نأخذه حتى نسأل النبي صلى الله عليه وسلم، فسألوه فضحك وقال: «وما أدراك أنها رقية خذوها واضربوا لي بسهم».

“Bahwasanya sekelompok orang dari Shohabat Nabi صلى الله عليه وسلم mendatangi suatu desa dari desa-desa Arob, tapi penduduknya tidak mau menjamu mereka. Ketika mereka demikian, tiba-tiba saja pemimpin desa tadi disengat binatang. Maka mereka berkata: “Apakah kalian punya obat atau orang yang ahli ruqyah (jampi-jampi)?” Maka mereka menjawab: “Kalian tidak mau menjamu kami. Dan kami tidak akan mengobati sampai kalian memberikan untuk kami upah.” Maka mereka memberikan upah untuk mereka tiga puluh ekor kambing. Maka mulailah dia (Abu Sa’id) membaca Ummul Qur’an dan mengumpulkan ludahnya lalu meludahkannya sedikit (ke kepala kampung). Maka sembuhlah dia. Lalu mereka mendatangkan kambing-kambing itu. Para Shohabat tadi berkata: “Kita tidak mengambilnya sampai kita bertanya kepada Rosululloh صلى الله عليه وسلم .” maka merekapun bertanya kepada beliau. Maka beliau tertawa seraya bersabda: “Dari mana engkau tahu bahwasanya Ummul Kitab adalah ruqyah? Ambillah kambing-kambing tadi, dan berilah aku bagian darinya.” (HR. Al Bukhoriy (5736) dan Muslim (2201)).

Al Qurthubiy رحمه الله berkata: “Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم : “Ambillah kambing-kambing tadi dari penduduk tadi, dan berilah aku bagian darinya.” Ini merupakan penjelasan hukum dengan perkataan, dan pemberian idzin yang kuat dengan pengamalan, karena beliau tidak punya keperluan untuk diberi bagian dari kambing tadi, hanya saja beliau ingin menguatkan penjelasan bahwasanya perbuatan mereka tadi adalah halal yang murni, yang tiada keraguan di dalamnya. Maka ucapan beliau tadi merupakan dalil yang paling besar bagi orang yang berpendapat bolehnya mengambil upah dari ruqyah dan pengobatan. Dan itu adalah pendapat Malik, Asy Syafi’iy, Abu Hanifah dan pengikutnya, Ahmad Ishaq, Abu Tsaur, dan sekelompok Salaf (ulama terdahulu) dan Kholaf (ulama belakangan).” (“Al Mufhim”/1/hal. 18/hal. 69).

Jadi kalo ada tempat atau klinik ruqyah yang mematok tarip ya ga apa apa silahkan aj, yang penting tidak memberatkan, tetapi kalo di lihat 30 ekor kambing jika di nilai dengan uang ya besar juga heheh.,

Tapi klo sudah ada embel2 mahar sekian2 kalo ga nanti bakal begini begitu biasanya ini sudah masuk kategori modus dukun.

Sekali lagi di kita tidak pernah menentukan MAHAR,TARIP,BIAYA,dll, tetapi jika mau memberikan hadiah, sesuai dengan rasa syukur masing2 kita juga ga menolak, karna rasa syukur setiap orang berbeda2.

Boleh dengan memberi hadiah konci mobil, kunci rumah, hehehhe

Boleh juga 30 ekor kambing 😄

Pada dasarnya jagan sampe beranggapan Ruqyah itu mahal, ribet dll, tidak memberi apa2 jg gpp jika rasa syukur kita cukup dengan nuhun, hehehehe

kalo perlu ikut saja pelatihan2 Ruayah, banyak insyallah pelatihan yang gratis,

Sekali lagi kita tidak menentukan tarip, mahar, sekian sekian.

Ini hanya menjawab pertanyaan yang selalu berulang.

Tlp/WA 081320121351

Pin bbm 5B34E523